Bawa 11 Kg Sabu, Bandar Narkoba di Medan Tewas DItembak

Di era modern ini, perang terhadap tindakan kriminal tidak hanya melulu pada perampokan, pembunuhan, penipuan dan tindak asusila. Namun pemberantasan narkoba memang menjadi salah satu ketegasan aparatur negara demi menjaga keamanan dan kenyamanan seluruh rakyat. Tak heran kalau kini kepolisian dan jajaran terkait semakin ‘jahat’ terhadap para pelaku narkoba.

 

Tidak pandang bulu, Badan Narkotika Nasional (BNN) juga melakukan tindakan tegas kepada kurir, distributor dan bandar narkoba. Mereka kini tak segan-segan melepaskan senjata api pada para pelaku. Hal itu pula yang terlihat dalam penangkapan bandar narkoba di Medan yang berujung pada tewasnya salah satu pelaku karena peluru petugas BNN Provinsi Sumatera Utara.

 

Bandar Narkoba Kabur = Senjata Api Bicara

 

Dilansir Merdeka, Kepala BNNP Sumut yakni Brigjen Andi Loedianto menjelaskan bahwa ada lima pelaku bandar narkoba dalam kasus ini. Dengan salah satu di antaranya tewas tertembak lantaran ulahnya sendiri. Penyergapan yang terjadi di kawasan Sunggal ini bermula dari informasi warga mengenai adanya aktivitas peredaran narkoba di sana.

 

Bukan kali ini saja kepolisian dan BNN bertindak berani dengan menggunakan ancaman tembak senjata api dalam meringkus pelaku pengedar narkoba. Pada akhir Agustus lalu, Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengungkap penyelundupan ganja dari Medan dan Aceh ke Jakarta sebanyak 225 kilogram. Saat itu salah satu tersangka berinisial HSB terpaksa ditembak di bagian kaki karena berusaha melawan dan hendak merebut senjata petugas.

 

Sebelum itu ada pengedar sabu asal Bontang, Kalimantan Timur dan kurir sabu asal Aceh juga merasakan timah panas polisi Domino qiu qiu karena aksi kabur mereka dari petugas. Semakin banyaknya pelaku narkoba asal Aceh membuat Kapolda Aceh, Irjend Rio S Djambak sampai memerintahkan agar anak buahnya menembak di tempat para pelaku dan sindikat narkoba sejak April 2017 kemarin.

 

BNN Ingin TNI Tembak Mati Bandar Narkoba

 

Senada dengan Kapolda Aceh, Kepala BNN yakni Budi Waseso juga sempat mengusulkan pada April 2017 lalu mengenai anggota TNI yang diberi kewenangan menembak mati bandar narkoba. Menurut Budi, pengedar narkoba adalah musuh negara sehingga sudah hal wajib bagi TNI untuk memeranginya.

 

Budi menjelaskan bahwa jika usulan itu disetujui, TNI akan menerima data siapa saja bandar narkoba yang jadi target sasaran tembak mati dari Polri. Disinggung bahwa usulan ‘gilanya’ ini serupa dengan langkah Presiden Filipina, Rodrigo Duterte yang menembak mati para pelaku/pengguna narkoba, Budi membantahnya.

 

Hanya saja langkah Budi untuk aturan tembak mati bandar narkoba oleh TNI itu sepertinya masih belum mulus. Menurut Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Desmond J Mahesa, Budi harus membuat UU narkoba terlebih dahulu yang mengatur tembak mati pengedar barang haram tersebut. Berbeda dengan Desmond, TNI justru mengakui kalau aksi tembak bandar di tempat itu tidak mungkin dilakukan oleh pihak mereka karena adanya prosedur hukum yang berlaku di Indonesia.

 

Meskipun demikian, komitmen TNI terhadap perang kepada narkotika dan obat-obat terlarang lainnya begitu tegas dengan rajin melakukan pembersihan di kalangan internal TNI. Di mana anggota TNI yang ketahuan terlibat narkoba akan mendapat saksi dan tindakan keras. Perang terharap narkoba yang sudah dicanangkan oleh pemerintah Indonesia ini memang jadi bagian yang didukung oleh TNI sebagai kelompok penjaga Nusantara.

 

Tentu saja dengan semakin banyaknya pengedar narkoba yang tertangkap dalam kondisi tertembak, petugas BNN dan kepolisian tampaknya memang tak main-main lagi.

Leave a Comment