Ulu Hati Hillarius Robek, Polisi Bidik Tersangka Duel Gladiator

Curhatan seorang ibu bernama Maria Agnes di media sosial atas kematian anaknya, Hillarius Christian Event Raharjo seolah membongkar sebuah fakta menyedihkan. Sekedar informasi, siswa kelas X SMU Budi Mulia di Bogor itu tewas pada Januari 2016 karena dipaksa berkelahi dalam duel ala gladiator. Merasa tidak mendapatkan keadilan karena para tersangka masih bebas berkeliaran, Maria pun berharap Presiden Jokowi mendengar harapannya.

 

Tak butuh waktu lama, postingan Maria itupun langsung ramai dibagikan dan mendapat banyak respon warganet. Kepolisian pun langsung melakukan otopsi pada jenazah Hillarius yang sudah bersemayam selama setahun sembilan bulan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Cipaku, Bogor pada hari Selasa (19/9) kemarin.

 

Ulu Hati Hillarius Robek 4 Cm

 

Kepedihan jelas dirasakan orangtua Hillarius saat harus tahu makam putra kesayangan mereka dibongkar. Namun demi mengungkapkan fakta, Maria dan Vinansius Raharjo pun ikut menyaksikan proses pembongkaran makam putra sulung mereka oleh Kepolisian Bogor. Dibuka sejak pukul tujuh pagi, Hillarius kembali dimakamkan pada pukul 13.30 WIB, seperti dilansir Detik.

 

Dari hasil otopsi, ditemukan fakta adanya bagian organ yang sudah membusuk dan ada yang proses pembusukannya terhambat. Kelainan organ yang diduga akibat tindak kekerasan itupun menemukan bukti jika ulu hati Hillarius robek sepanjang empat sentimeter dan ada gumpalan darah akibat benturan.

 

Kapolresta Bogor, Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya, mengaku jika bagian Satreskim akan terus menindaklanjuti kasus kematian Hillarius. Meskipun kejadiannya hampir berlalu dua tahun lamanya, kepolisian siap memburu para tersangka. Apa yang dilakukan kepolisian togel online ini adalah sebuah bukti tegas jika polisi benar-benar ingin memerangi perundungan di kalangan generasi muda. Lantaran kini memang makin banyak saja anak-anak muda merasa depresi dan ketakutan karena mengalami kejadian buruk di depan teman-teman sekolahnya.

 

Tersangka Duel Diminta Serahkan Diri

 

Apa yang didapat melalui proses otopsi jelas memberikan titik terang bagi kepolisian mengenai penyebab kematian remaja malang itu. Tak cuma soal penyebab kematian, polisi rupanya sudah mengetahui orang-orang yang menjadi tersangka dalam kasus duel ala gladiator di taman Palupuh, Tegal Gundil, Bogor Utara itu.

 

Dari penuturan Maria, duel gladiator yang memaksa Hillarius kehilangan nyawanya itu juga direkam oleh beberapa orang. Tak heran kalau akhirnya kepolisian sudah memeriksa sekitar 17 saksi mulai pihak sekolah hingga Dinas Pendidikan setempat. Bahkan dokter yang menangani korban saat pertama kali dibawa ke rumah sakit Azra juga turut dihadirkan guna kebutuhan penyelidikan. Masih mendalami keterangan para saksi, polisi pun meminta pelaku menyerahkan diri.

 

“Polresta Bogor Kota dalam hal ini Satreskim akan terus menindaklanjuti kasus ini hingga ke tahap penyidikan. Pelaku sudah didalami, kita himbau pelaku untuk kooperatif dan bisa mendatangi kami, daripada kami nanti yang mendatangi kalian,” papar Ulung.

 

Tentu saja kejadian miris yang dialami Hillarius ini seolah bukti bahwa kegiatan bullying di kalangan generasi muda Tanah Air semakin menyedihkan saja. Seolah-olah para pelajar ini meninggalkan rasa moral mereka demi mendapatkan kesenangan semu belaka. Apalagi terkadang keluarga korban selalu menjadi pihak yang tersakiti karena mayoritas tersangka perundungan bisa melenggang bebas lantaran kurangnya bukti. Hal itu pula lah yang akhirnya membuat Maria sampai menulis surat terbuka kepada Jokowi sebagai cara terakhir untuk mendapatkan keadilan bagi mendiang putranya. Semoga saja tidak akan ada Hillarius yang lain di negeri ini.

Marak Pil PCC Kembali Resahkan Masyarakat Indonesia

Pil PCC atau Paracetamol cafein carisoprodol merupakan salah satu pil jenis narkoba yang dulu pernah beredar di Indonesia. Tapi kemudian pil tersebut sudah banyak dimusnahkan dan banyak ditarik dari seluruh apotik maupun bandar-bandar di seluruh Negara Indonesia. Tetapi sayangnya, Pil setan tersebut dikabarkan sudah mulai marak lagi beredar di Negara Indonesia. Hal tersebut terbukti dari ditemukannya beberapa laporan tentang Pil tersebut di beberapa daerah Indonesia.

Penemuan Pil Setan PCC di Beberapa Daerah Indonesia

Pil PCC adalah salah satu jenis narkoba yang sangat mengerikan karena efeknya bisa membuat si penderita mengalami halusinasi hebat setelah meminum pil tersebut. Selain itu banyak juga korbannya yang mayoritas didominasi oleh remaja tewas karena tubuh mereka tidak kuat menahan reaksi dari pil mematikan tersebut.

Itulah sebabnya Pil PCC sudah menjadi salah satu pil yang paling dicari karena sangat meresahkan masyarakat Indonesia terutama setelah banyak kabar yang mengatakan bahwa pil tersebut sudah ditemukan di daerah Kendari Sulawesi Tenggara, Bali, Makassar dan beberapa daerah lain di Indonesia. Korbannya sangat beragam dan mayoritas adalah remaja yang masih sekolah atau kuliah di perguruan tinggi.

Penanganan dari Pihak BNN Terkait Dengan Maraknya Pil PCC di Indonesia

Menyikapi adanya temuan dari peredaran obat-obatan PCC yang mulai kembali marak beredar di Indonesia, Badan Narkotika Nasional Indonesia (BNN) di setiap provinsi mulai menggeledah tempat-tempat seperti tempat hiburan malamdan juga apotek. Penggeledahan tempat-tempat tersebut ditujuakan untuk memerikasa apakah penyebaran pil PCC ada di tempat-tempat tersebut. Salah satu hasil penggeledahan di tempat-tempat hiburan malam yang ada di Bali menunjukkan bahwa ada beberapa tempat hiburan malam yang sejumlah pengunjungnya sudah dites dan dikatakan positif menggunakan narkoba jenis PCC ini.

Dari penemuan tersebut akhirya memicu wilayah-wilayah lain di Indonesia untuk segera melakukan penggeledahan dan penyelidikan yang sama tentang peredaran Pil setan PCC tersebut termasuk salah satunya di daerah Kendari yang tergolong wilayah yang belum ketat penjagaan keamanannya terhadap narkotika. Karena itulah wilayah Kendari, Sulawesi Tenggara bisa menjadi salah satu wilayah yang menjadi sasaran penyebaran pil PCC karena masih lemahnya pengawasan terhadap narkoba di daerah tersebut.

Dalam Sebuah Wawancara, Kriminolog Adrianus Meliala mengatakan bahwa kendari menjadi sasaran peredaran pil PCC yang sangat empuk yang diincar oleh pengedar obat tersebut Jika penyebaran pil PCC dilakukan di Jakarta, korbannya akan segera diketahui dan penyebaran pil taruhan bola online tersebut bisa segera di berantas dan justru malah bisa merugikan bandar dalam jumlah yang besar.

Adrianus juga mengatakan bahwa modus penyebaran pil PCC ini sama halnya dengan modus kejahatan jalanan yang jika sudah banyak orang yang memperhatikan, maka lama-lama akan hilang sendiri. tapi bukan berarti lenyap sama sekali. Hanya saja mulai pelan-pelan ditutupi dengan modus yang baru. Selain itu pil setan ini juga dijual dengan harga yang cukup murah. Karena itu bisa menjadi salah satu faktor mudahnya pil tersebut untuk menyebar dan banyak dikonsumsi.

Strategi pemasaran yang cukup rapi dan juga harga jual yang cukup murah menjadikan pil PCC sebagai salah satu Pil paling ektasi paling berbahaya karena bisa menyebabkan banyak kerusakan pada penggunanya. Sasaran penjualan utamanya tentu saja adalah pemuda-pemuda Indonesia mulai dari yang masih menduduki bangku sekolah hingga yang sudah di perguruan tinggi. Karena itu sebaiknya kita harus lebih berhati-hati lagi menjaga diri terutama dari penggunaan Pil setan PCC tersebut.