Jelang MotoGP Malaysia, Dovizioso Tercepat Tapi Marquez Tetap Juara Dunia

Dengan Kejuaraan MotoGP 2017 tinggal menyisakan dua seri lagi yakni di Malaysia dan Valencia, pebalap Repsol Honda yakni Marc Marquez memang memiliki peluang paling besar dalam gelar juara. Namun sepertinya pebalap Ducati yakni Andrea Dovizioso enggan berdiam diri saja. Dovizioso membuktikan kalau dirinya pantang menyerah hingga titik penghabiskan.

 

Hal itu terlihat dari gelaran dua kali latihan bebas jelang MotoGP Malaysia. Dalam latihan pertama di sirkuit Sepang hari Jumat (27/10) pagi, Dovizioso berhasil jadi pebalap dengan catatan waktu putaran terbaik. Pria yang ada di posisi kedua klasemen sementara itu mencatat waktu 2 menit 00,671 detik. Sementara Marquez justru berada di posisi kelima dengan catatan lebih lambat 0,279 detik dari Dovizioso.

 

Dan pada latihan bebas kedua di siang harinya, Dovizioso lagi-lagi berhasil jadi yang tercepat dengan waktu 2 menit 11,640 detik sementara Marquez ada di posisi kedua meskipun selisihnya hampir setengah detik. Dengan perolehan ini, Dovizioso sepertinya menatap jadwal balapan dengan penuh optimisme tinggi. Meskipun tertinggal 33 poin dari Marquez, sebetulnya Dovizioso masih memiliki peluang juara kendati nasibnya sangat bergantung pada hasil Marquez.

 

Marquez Bisa Kunci Gelar Juara Dunia

 

Berada di posisi pertama, Marquez sebetulnya punya peluang mengunji gelar Juara Dunia untuk keenam kalinya jika berhasil finish minimal di peringkat kedua saat MotoGP Malaysia 2017. Hanya saja dalam dua musim terakhir, Marquez tak pernah tersenyum di Sepang. Pada tahun 2015, Marquez jatuh karena terlibat insiden dengan Valentino Rossi. Dan pada tahun 2016, Marquez bahkan cuma bisa finish di posisi ke-11.

 

Dilansir Crash.net, Marquez mengaku tak bisa melaju dengan baik di Sepang karena gaya dan karakteristik sirkuit yang dianggapnya panas sehingga terasa licin dan lambat. Tak heran kalau pebalap berusia 24 tahun asal Spanyol itu enggan memprediksi hasilnya. “Gaya agresif saya terkadang tidak berfungsi di Sepang karena daya cengkeramnya tidak terlalu bagus. Soal prediksi Juara Dunia, apakah anda bisa tahu cuaca seperti apa? Jadi semuanya memang mustahil diprediksi. Tapi target utama saya adalah naik podium tidak penting siapa yang menang atau finis kedua.”

 

Sementara itu Dovizioso setelah cuma finish di posisi ke-13 dalam MotoGP Australia memang hanya berharap kalau Marquez mengalami kesialan di Sepang akhir pekan ini. Tak heran kalau dirinya sudah tampil maksimal sejak sesi latihan bebas. Dovizioso pun mengaku jika faktor cuaca memegang peran penting.

 

Rossi Cuma Ingin Bisa Balapan Bagus

 

Berhasil meraih finish kedua di Australia, rupanya tetap membuat Rossi harus mundur dari persaingan gelar juara. Pebalap Yamaha yang sangat populer di Indonesia ini mengakui hanya ingin bersenang-senang di akhir musim. Apalagi rekam jejaknya di Sepang cukup buruk karena dia terakhir kali menjadi juara pada tahun 2010. Meskipun dalam musim 2014, 2015 dan 2016 dirinya selalu naik podium di Malaysia.

 

“Aku tidak mengharapkan apa-apa. Tapi kami akan bekerja keras agar memiliki balapan bagus yang lainnya. Sepang adalah lintasan poker uang asli yang sangat kusukai dan semoga cuacanya bagus sehingga kami bisa bisa bekerja semaksimal mungkin,” tutup Rossi.

 

Musim 2017 ini memang bisa dibilang cukup campur aduk bagi Rossi. Setelah sempat absen di San Marino, Rossi berhasil finish kelima di Aragon. Namun dirinya harus retired di Jepang dan bangkit lagi di Philip Island. Semoga 2018 lebih baik lagi bagi The Doctors.

Leave a Comment