Fantastis, Biaya Siaran TV Asian Games 2018 Mencapai Rp 800 M

Pada tahun 2018 nanti, Indonesia akan menjadi tuan rumah dalam sebuah turnamen POKER ONLINE super bergengsi tingkat Asia. Adalah Asian Games 2018 yang akan berlangsung mulai bulan Agustus 2018 mendatang di Jakarta dan Palembang. Menyisakan kurang dari satu tahun, persiapan memang dilakukan dengan ngebut oleh Panitia Pelaksana Asian Games (INASGOC) 2018. Bekerja di tengah banyak kekhawatiran, INASGOC menjanjikan kalau helatan Asian Games 2018 akan berlangsung lancar.

 

Hanya saja terbaru INASGOC rupanya membutuhkan dana mencapai 800 miliar rupiah untuk keperluan broadcast alias penyiaran Asian Games 2018. Demi memuluskan rencana memberikan pengalaman siaran pertandingan yang memuaskan, INASGOC menggandeng perusahaan asal Swiss, International Games Broadcast Service (IGBS) untuk memproduksi siaran Asian Games 2018, seperti dilansir Detiksport.

 

Bukan tanpa alasan jika IGBS memenangi tender atas tiga pesaingnya. Karena IGBS sudah berpengalaman memproduksi siaran TV olahraga untuk Asian Games 2006, 2010, 2014 hingga Piala Dunia Rusia 2018 bulan Juni-Juli tahun depan. Hanya saja biaya untuk menyiarkan 38 cabang olahraga (cabor) sangat tinggi yakni mencapai 800 miliar rupiah.

 

Hanya 38 Cabor Yang Akan Disiarkan Langsung

 

Dana ratusan miliar rupiah yang dibutuhkan untuk keperluan penyiaran memang sangat fantastis. Direktur Broadcast INASGOC, Linda Wahyudi menyebutkan jika dana itu digunakan IGBS untuk memproduksi pertandingan langsung dengan 427 kamera yang masing-masing punya kualitas super HD 10-80 inch.

 

Menurut Linda, satu cabor membutuhkan ongkos produksi minimal 4,7 miliar rupiah hanya dengan menggunakan lima kamera saja. Bahkan beberapa cabor di jalan raya seperti balap sepeda dan marathon dibutuhkan helikopter yang pengadaannya mencapai 13 miliar rupiah. Belum lagi alat underwater dalam cabang renang yang ternyata tak dimiliki Indonesia sehingga membuat INASGOC menyerah mengenai teknologi penyiaran. Lantaran tidak diperbolehkan belanja peralatan perlengkapan siaran TV, INASGOC hanya bisa menyewa termasuk menanti control room usai gelaran Piala Dunia Rusia 2018.

 

Sementara itu mengenai hanya 38 dari total 40 cabor Asian Games 2018 yang disiarkan, Linda menyebut bahwa cabor squash dan bridge yang harus dikorbankan. “Bridge tidak disiarkan langsung karena pertandingannya lama dan bukan olahraga Olimpiade karena kami mengutamakan Olympic Sport. Sementara squash adalah cabor yang baru dimasukkan. Untuk cabor kano nomor speed slalom sedang diusahakan siaran live karena jangkauannya cukup jauh ya, di Majalengka.”

 

Sepakbola Asian Games 2018 Live Dari Lima Stadion

 

Selain tender sudah dimenangkan oleh IGBS, perusahaan media yang mendapatkan hak siar di Indonesia untuk Asian Games 2018 adalah PT. Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek) yang memiliki SCTV dan Indosiar. Menurut penjelasan Linda, Emtek akan mengambil hak penuh pertandingan cabor populer Tanah Air seperti sepakbola dan badminton. Baru cabor lainnya akan dibagikan rata kepada stasiun TV lain di Indonesia.

 

Untuk sepakbola sendiri, INASGOC berencana akan menayangkan langsung seluruh pertandingan yang dilangsungkan di lima stadion berbeda. INASGOC  memastikan tak akan menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di kawasan Senayan, Jakarta Pusat. SUGBK sendiri hanya akan menjadi tempat upacara pembukaan dan penutupan Asian Games 2018. Meskipun PSSI memang mendamba agar partai final Asian Games 2018 bakal digelar di SUGBK.Lima stadion lain yang dicalonkan sebagai lokasi cabor sepakbola Asian Games 2018 adalah stadion Patriot Bekasi, Wibawa Mukti Cikarang, Pakansari Bogor, Gelora  Bandung Lautan Api dan Jalak Harupat Bandung.

 

Leave a Comment