Jokowi – Ma’ruf Amin Menang di survey Kompas

Sesuai hasil survey paling actual Litbang Kompas yang dilaksanakan pada 24 September – 5 Oktober 2018 menyatakan bahwa pasangan capres nomor urut 1 menang. Elektabilitas Jokowi – Ma’ruf Amin mendulang skor 52.6%, sementara pasangan capres nomor urut 2, Prabowo Subianto – Sandiaga Salahudin Uno mendapatkan 32.7%.

 

Sebagaimana yang dilansir dari harian Kompas, sebanyak 14.7% responden menyatakan merahasiakan pilihannya atau belum menentukan pilihan. Menurut Bambang Setiawan (Litbang Kompas), walaupun sejumlah responden tersebut ternyata memilih pasangan Prabowo – Sandi, peluang Jokowi – Ma’ruf Amin masih agak besar secara perhitungan sederhana.

 

Hasil survey belum final

Tapi hal ini belum memperhitungkan segi MOE atau margin of error sehingga masih menurut Bambang, potensi pasangan capres nomor 1 berada di titik kritis. Alasannya dengan nilai MOE yang sebesar 2.8% artinya perolehan Jokowi menjadi sekitr 49.8% hingga 55.4%. Apalagi ada kemungkinan responden yang berbalik arah kepada kubu Prabowo –Sandi.

 

Dapat disimpulkan hingga pemilu nanti ada sekitar 30.7% pemilih capres nomor 1 yang berpeluang mendukung Prabowo – Sandi. Hal yang sama juga bisa terjadi pada pasangan Prabowo – Sandi dengan jumlah pemilih mencapai 34.2%. Total massa yang masih mengambang bisa mencapai 46.8% mengingat adanya pihak yang belum menentukan pilihan sampai saat ini serta adanya pemilih yang masih ragu.

 

Inilah akhirnya yang membuat hasil akhir persaingan ini masih agak sulit untuk dipastikan. Bambang juga mengingatkan bahwa ada indikasi-indikasi lain yang mengiringi pilpres di tahun depan, dimana kedua kubu masih memiliki cukup kesempatan untuk menarik pihak yang saat ini masih merasa ragu. Jumlah responden yang mendukung atau  menolak salah satu dari kedua pasangan capres sebesar 31.7%.

 

Kelompok inilah yang dapat memberikan peluang bagi pasangan capres nomor 1 dan 2 untuk lebih menarik simpati mereka. Peluang tersebut bahkan dapat diperoleh pada kelompok pemilih dengan skala resitensi yang lebih pasti. Ada 82.2% pendukung pasangan Jokowi – Ma’ruf yang memastikan tidak akan berbalik arah kepada pasangan capres nomor 2. Sementara pada kubu Prabowo – Sandi sebesar 79.3% pendukungnya juga memastikan tidak akan mencoblos Jokowi – Ma’ruf.

 

Data tersebut membuktikan bahwa pada tiap-tiap konstituen terdapat sikap fanatisme yang cukup tinggi. Meskipun begitu tetap ada ruang untuk mengubah elektabilitas tersebut. Survey Kompas ini dilakukan pada 1.200 responden di 34 propinsi yang dipilih random dengan system pencuplikan togel sydney sistematis bertingkat. Metode ini menjamin tingkat kepercayaan sebesar 95% serta MOE sebesar 2.8%.

 

Partai Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Gerindra, dan PDI Perjuangan berada di empat teratas

Selain menggelar survey tentang pasangan capres di atas, Litbang Kompas juga mengadakan survey keterpilihan partai yang dilaksanakan mulai 24 September hingga 5 Oktober 2018. Hasilnya adalah,   PDI-P mendulang perolehan 29,9 persen, Partai Gerindra sebesar 16 persen, PKB sebesar 6,3 persen, dan Partai Golkar 6,2 persen. Berikut adalah urutan perolehan skor partai-partai yang lain:

 

Partai Demokrat 4,8 persen

Partai Nasdem 3,6 persen

PKS 3,3 persen

PPP 3,2 persen

PAN 2,3 persen

Perindo 1,5 persen

Hanura 1 persen

PBB 0,4 persen

PSI 0,4 persen

Partai Berkarya 0,4 persen

Partai Garuda 0,3 persen

PKPI 0,1 persen

 

Dari data di atas dapat diketahui bahwa ada peningkatan kepemilihan pada partai Demokrat sebesar 2 persen dan Partai Gerindra sebesar 5.1 persen. Elektabilitas PKB juga meningkat sebesar 1.4 persen, namun PDI-P justru merosot tingkat keterpilihannya menjadi 3.4 persen. Golkar juga mengalami penurunan elektabilitas sebesar 1 persen. Survey ini dilakukan dengan system yang sama dengan survey capres di atas.

Leave a Comment