Pemungutan Suara di Luar Negeri Mulai Dilakukan

Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri sudah mulai melakukan pemungutan suara mulai Pemilu 2019 pada Senin tanggal 08 April 2019.Hal tersebut diungkapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). KPU menyatakan jika pelaksanaan pemungutan hak suara di luar negeri dilakukan dengan cara lebih awal.

Pemungutan Suara Luar Negeri Mulai Diselenggarakan

Pemungutan suara yang dilakukan oleh WNI yang tinggal di luar negeri dilakukan lebih awal (early voting) sesuai dengan aturan yang tertera di dalam Pasal 167 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.Pemungutan suara ini dapat dilakukan oleh WNI yang terdaftar dalam DPT yang telah dikeluarkan oleh pihak KPU.

Untuk melayani pemungutan suara yang diselenggarakan di luar negeri, KPU membentuk 130 Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN).Jumlah PPLN tersebut ditujukan untuk melayani WNI yang menggunakan hak suaranya yang tersebar di 98 negara. Pembentukan panitia tersebut dilakukan karena WNI yang berada dan tinggal di luar negeri juga mempunyai hak yang sama untuk memberikan hak suara mereka dalam pemilihan Kepala Negara.

Jumlah pemilih yang berada di luar negeri berdasarkan dari Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Kedua (DPTHP2) yang dikeluarkan pada Desember 2018, terdapat sekitar 2.058.191 pemilih keseluruhan.Daftar pemilih tersebut tersebar di berbagai negara yang terdapat di dunia.Pemilih yang mendapatkan kesempatan untuk menggunakan hak suaranya yaitu pemilih yang telah terdaftar dalam DPT yang diluncurkan oleh KPU.

Dilakukan Secara Bertahap

Pemungutan suara yang dilakukan di luar negeri diselenggarakan secara bertahap mulai dari tanggal 8 April hingga 14 April 2019. Komisioner KPU, Wahyu Setiawan juga menyatakan jika pemungutan suara yang berada di luar negeri dilakukan lebih awal dari pada pemungutan suara yang diselenggarakan di dalam negeri. Pemungutan suara yang lebih awal tersebut dilakukan berdasarkan aturan UU Pemilu yang telah ada.

Dalam menyelenggarakan Pemilu, PPLN menyediakan tiga opsi bagi pemilih luar negeri yang akan menggunakan hak suaranya. Pilihan pertama yaitu dengan menggelar pemungutan suara di TPS luar negeri yang biasa dilakukan di KBRI atau KJRI.Pemilihan dengan opsi ini mengharusnya pemilih datang ke TPS dan melakukan pemungutan suara.

Pilihan kedua yaitu PPLN menyediakan TPS keliling bagi pemilih yang tinggal jauh dari KBRI atau KJRI di negara tempatnya tinggal.Opsi ini dilakukan dengan petugas PPLN yang membawa TPS ke daerah yang dipadati oleh WNI. Kemudian untuk opsi terakhir yaitu pemungutan surat suara melalui pos. Opsi ini dilakukan dengan pendataan yang dilakukan oleh KPU kepada WNI yang tinggal sangat jauh dari kawasan KBRI maupun KJRI. Kemudian surat suara akan dikirimkan ke alamat bursatogel online yang telah diperoleh untuk kemudian pemilih kembali mengirimkan surat suara tersebut ke pihak PPLN. Untuk opsi terakhir ini, KPU telah mengirimkan lima jenis surat suara mulai dari tanggal 8 Maret 2019 ke alamat masing-masing WNI.

Penghitungan surat suara dilakukan bersamaan dengan di dalam negeri

Dalam pemungutan suara di luar negeri, KPU menjelaskan bahwa WNI yang dapat mengikuti pemilu adalah WNI yang terdaftar di dalam DPT ataupun orang yang melakukan pindah memilih. Untuk pendaftaran yang digunakan sama dengan proses pendaftaran yang terdapat di dalam negeri. Akan tetapi dalam pemilihan yang diselenggarakan di luar negeri hanya mendapatkan hak pilih untuk dua jenis surat suara bagi WNI yang terdaftar di DPT dan satu jenis surat suara bagi WNI yang melakukan pindah memilih.

WNI yang terdaftar DPT akan menggunakan hak suaranya untuk pilpres dan DPR Daerah Pemilihan DKI Jakarta II dan untuk WNI yang pindah memilih menggunakan hak suaranya untuk pilpres. Selain itu, meskipun pemilu di luar negeri sudah mulai dilangsungkan. Akan tetapi penghitungan suara akan diadakan pada hari yang sama dengan pemilu yang diselenggarakan di dalam negeri.

Leave a Comment