Cuitan Anggota Tim TGUPP dinilai serang Risma

Marco Kusumawijaya, anggota Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan ( TGUPP) DKI Jakarta, membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tersinggung akibat cuitannya di Twitter. Ini karena cuitan tersebut turut membawa-bawa nama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini alias Risma.

 

Pada akun Twitternya @mkusumawijaya, Marco memuji Risma bila bersedia menjabat sebagai kepala Dinas Persampahan DKI. Tapi, di akhir kalimat dirinya mencuit tentang anak Risma. Yang bersangkutan sendiri sebenarnya tak menanggapi hal ini karena sudah ada pihak lain yang menyelesaikan.

 

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan juga enggan merespon anggota tim-nya tersebut. Nah, inilah beberapa fakta cuitan Marco tak hanya membuat Pemkot Surabaya geram tapi juga memicu gelombang perundungan kepada akun miliknya.

 

  1. Diawali dari kunjungan kerja

Yang memicu Marco Kusumawijaya mencuit pada akunnya adalah kunjungan kerja DPRD DKI Jakarta ke Surabaya yang berniat mengimitasi system pengelolaan permasalahan sampah di ibukota. Berikutnya pada kesempatan yang lain, Risma mengaku bersedia bila diminta untuk membantu mencarikan solusi atas permasalahan sampah di Jakarta.

 

Risma mengaku bahwa selama ini pihaknya kerap dimintai saran dan bantuan untuk mengelola sampah indotogel di daerah-daerah yang lain. Pada suatu wawancara di Kebun Binatang Surabaya, Risma menjanjikan untuk membantu selama dirinya ada waktu.

 

  1. Kicauan Marco di Twitter

Pada akun Twitter pribadinya, @mkusumawijaya, Marco mencuit: “Keren! Bagus banget buat Jakarta kalau Bu Risma mau jadi Kepala Dinas Persampahan. Dinas Lingkungan Hidup bisa dipecah menjadi salah satunya Dinas Persampahan. Semoga beliau mau, kalau sudah lega dengan urusan anaknya,”

 

Kalimat tersebut dia tuliskan di Twitter-nya pada Rabu (31/7/2019). Marco juga menyindir soal Fuad Bernardi, putra Risma yang memang pernah menjalani pemeriksaan pihak berwajib sebagai saksi atas kasus Jalan Raya Gubeng yang ambles beberapa waktu lalu. Fuad diduga terlibat dalam system perizinan.

3.Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kota Surabaya menyesalkan cuitan Marco

Muhammad Fikser sebagai Humas Pemkot Surabaya menyesalkan kalimat tersebut karena dinilai telah menyerang Risma secara pribadi. Meski geram Fikser tidak berniat memperkeruh suasana.

 

Ia hanya mengatakan bagi masyarakat untuk untuk menilai sendiri. Pihak Pemkot juga tidak berniat untuk membuat suasana semakin panas. Masih menurut Kabag Humas Pemkot Surabaya, serangan terhadap Risma bukan karena yang bersangkutan nyinyir masalah sampah Jakarta.

 

Pada saat itu Risma hanya menjawab pertanyaan Anggota DPRD DKI Jakarta serta menjelaskan program pengelolaan sampah yang telah diterapkan di Surabaya.

 

  1. 4. wacana membawa ke ranah hukum

Walaupun mengaku tak akan membuat suasana semakin keruh, Muhammad Fikser mengatakan Pemkot Surabaya mungkin mempertimbangkan untuk membawa ke ranah hukum terkait cuitan Marco.

 

Saat ini bagian hukum Pemkot Surabaya sedang mengkaji serta mempelajari tindakan Marco ini dari perspektif hukum. Hal ini nantinya akan menjadi dasar tindakan lanjutan dari Pemkot.

 

  1. 5. Respon Tri Rismaharini

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini turut berkomentar soal Twit yang diduga menyerang pribadinya dari Marco Kusumawijaya tersebut. Risma mengaku mengaku tidak ingin terlalu memikirkan hal tersebut dan meresponnya dengan santai. Lebih lanjut dia menyatakan bahwa sudah ada Humas Pemkot Surabaya yang mengurus hal tersebut.

 

  1. 6. Anies tak ingin berkomentar

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan enggan berkomentar atas kasus tersebut. Saat wartawan menyinggung hal ini, Anies lebih memilih untuk segera masuk ke kantornya sambil melambaikan tangan dan tak menanggapinya.

 

Leave a Comment