Menyamakan Standar PNS Tanah Air dengan Singapura dan Malaysia

Faktanya pada era ekonomi digital sebagaimana saat ini, tak hanya para pegawai swasta yang dituntut untuk meningkatkan kualitas SDM melainkan juga PNS  sebagai pelayan masyarakat. Idealnya para PNS juga mempunyai kemampuan teknis sesuai perubahan zaman sebagaimana para pegawai di Negara tetangga kita, Malaysia dan Singapura.

 

Irham Dilmy, Wakil Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) berpendapat bahwa Indonesia, terutama di masa sekarang ini memerlukan PNS yang mempunyai kompetensi dalam orientasi pelayanan publik yang tinggi, komunikasi, keahlian manajerial, serta kompetensi kepemimpinan.

Zaman telah berubah sehingga kemampuan teknis yang dibutuhkan juga bertambah, kemampuan ini penting untuk menghadapi disruption ekonomi serta era digital.

 

Masih menurut Irham, PNS generasi sekarang ini memang lebih melek teknologi digital sehingga diharapkan cepat beradaptasi pada perubahan tersebut. Tetapi untuk memperoleh PNS yang berkualitas kompetensi kepemimpinan perlu dinomorsatukan demi memiliki PNS berkelas dunia yang dapat meningkatkan Government Effectiveness Index, sebagaimana Singapura atau paling sedikit Malaysia.

 

Perlu diketahui bahwa Indonesia berada pada peringkat enam dengan indeks -0.22 serta skor 46 sesuai penilaian Bank Dunia tentang Indeks Efektivitas Pemerintah 2015 pada kawasan ASEAN. Singapura berada di urutan pertama dengan indeks 2.25 serta skor 100, dan Malaysia berada di peringkat kedua togel online dengan skor 77 serta indeks 0.96 pada periode yang sama.

 

Bila kualitas PNS semakian membaik, Irham berharap bahwa Indonesia bisa berada dalam daftar Negara dengan penghasilan tinggi serta pendapatan per kapita mencapai lebih dari US$ 12 ribu per tahun. Dengan demikian tanah air kita akan menjadi bangsa yang adil dan makmur. Ini adalah apa yang menjadi cita-cita pendiri bangsa ini.

 

Rekrutmen CPNS 2018

Di tahun 2018 pemerintah akan kembali membuka rekrutmen CPNS sekitar 250 ribu kursi yang terdiri dari 38 ribu untuk pemerintah pusat, sementara pemerintah daerah mendapat jatah 212 ribu CPNS. Tetapi rekrutmen ini sulit dilakukan pada daerah dengan tingkat belanja pegawai yang sudah tinggi.

 

Mohammad Ridwan, Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN), mengatakan bahwa sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS, setiap tahun Kementerian/Lembaga dan Daerah harus memperhitungkan kebutuhan CPNS.

 

Berikutnya, data jumlah kebutuhan itu diserahkan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) dan BKN.

 

Menurut Ridwan, di tahun 2018 Menteri PAN RB sudah mempublikasikan bahwa pengadaan CPNS untuk Provinsi/Kabupaten/Kota akan dibuka. Jadi perhitungan kebutuhan CPNS dapat diserahkan untuk diolah. Jumlah kebutuhan CPNS dihitung dari bermacam variable, termasuk APBN dan APBD untuk membayar gaji.

 

Untuk pemerintah kota/kabupaten/provinsi yang komponen belanja pegawai atau gaji PNS lebih dari 50% dari total APBD tentu cukup sulit untuk memperoleh tambahan PNS yang baru.

 

Hingga saat ini jumlah total PNS pusat serta daerah adalah 4.3 juta orang dengan 900 ribu orang PNS pusat serta 3.4 juta orang PNS daerah.

 

Inilah beberapa daerah yang tidak memungkinkan lagi untuk rekrutmen PNS, yaitu Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Selatan, Kabupaten Bireuen, Kota Padangsidempuan Kabupaten Karo, Kota Pematang Siantar Kabupaten Langkat, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Dairi, Kabupaten asahan, dan Kabupaten Serdang Bedagai.

 

Kota Surakarta, Kabupaten, Wonogiri, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Sragen, Kabupaten Klaten, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Pemalang, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Utara, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Tasikmalaya.

 

 

Fantastis, Biaya Siaran TV Asian Games 2018 Mencapai Rp 800 M

Pada tahun 2018 nanti, Indonesia akan menjadi tuan rumah dalam sebuah turnamen POKER ONLINE super bergengsi tingkat Asia. Adalah Asian Games 2018 yang akan berlangsung mulai bulan Agustus 2018 mendatang di Jakarta dan Palembang. Menyisakan kurang dari satu tahun, persiapan memang dilakukan dengan ngebut oleh Panitia Pelaksana Asian Games (INASGOC) 2018. Bekerja di tengah banyak kekhawatiran, INASGOC menjanjikan kalau helatan Asian Games 2018 akan berlangsung lancar.

 

Hanya saja terbaru INASGOC rupanya membutuhkan dana mencapai 800 miliar rupiah untuk keperluan broadcast alias penyiaran Asian Games 2018. Demi memuluskan rencana memberikan pengalaman siaran pertandingan yang memuaskan, INASGOC menggandeng perusahaan asal Swiss, International Games Broadcast Service (IGBS) untuk memproduksi siaran Asian Games 2018, seperti dilansir Detiksport.

 

Bukan tanpa alasan jika IGBS memenangi tender atas tiga pesaingnya. Karena IGBS sudah berpengalaman memproduksi siaran TV olahraga untuk Asian Games 2006, 2010, 2014 hingga Piala Dunia Rusia 2018 bulan Juni-Juli tahun depan. Hanya saja biaya untuk menyiarkan 38 cabang olahraga (cabor) sangat tinggi yakni mencapai 800 miliar rupiah.

 

Hanya 38 Cabor Yang Akan Disiarkan Langsung

 

Dana ratusan miliar rupiah yang dibutuhkan untuk keperluan penyiaran memang sangat fantastis. Direktur Broadcast INASGOC, Linda Wahyudi menyebutkan jika dana itu digunakan IGBS untuk memproduksi pertandingan langsung dengan 427 kamera yang masing-masing punya kualitas super HD 10-80 inch.

 

Menurut Linda, satu cabor membutuhkan ongkos produksi minimal 4,7 miliar rupiah hanya dengan menggunakan lima kamera saja. Bahkan beberapa cabor di jalan raya seperti balap sepeda dan marathon dibutuhkan helikopter yang pengadaannya mencapai 13 miliar rupiah. Belum lagi alat underwater dalam cabang renang yang ternyata tak dimiliki Indonesia sehingga membuat INASGOC menyerah mengenai teknologi penyiaran. Lantaran tidak diperbolehkan belanja peralatan perlengkapan siaran TV, INASGOC hanya bisa menyewa termasuk menanti control room usai gelaran Piala Dunia Rusia 2018.

 

Sementara itu mengenai hanya 38 dari total 40 cabor Asian Games 2018 yang disiarkan, Linda menyebut bahwa cabor squash dan bridge yang harus dikorbankan. “Bridge tidak disiarkan langsung karena pertandingannya lama dan bukan olahraga Olimpiade karena kami mengutamakan Olympic Sport. Sementara squash adalah cabor yang baru dimasukkan. Untuk cabor kano nomor speed slalom sedang diusahakan siaran live karena jangkauannya cukup jauh ya, di Majalengka.”

 

Sepakbola Asian Games 2018 Live Dari Lima Stadion

 

Selain tender sudah dimenangkan oleh IGBS, perusahaan media yang mendapatkan hak siar di Indonesia untuk Asian Games 2018 adalah PT. Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek) yang memiliki SCTV dan Indosiar. Menurut penjelasan Linda, Emtek akan mengambil hak penuh pertandingan cabor populer Tanah Air seperti sepakbola dan badminton. Baru cabor lainnya akan dibagikan rata kepada stasiun TV lain di Indonesia.

 

Untuk sepakbola sendiri, INASGOC berencana akan menayangkan langsung seluruh pertandingan yang dilangsungkan di lima stadion berbeda. INASGOC  memastikan tak akan menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di kawasan Senayan, Jakarta Pusat. SUGBK sendiri hanya akan menjadi tempat upacara pembukaan dan penutupan Asian Games 2018. Meskipun PSSI memang mendamba agar partai final Asian Games 2018 bakal digelar di SUGBK.Lima stadion lain yang dicalonkan sebagai lokasi cabor sepakbola Asian Games 2018 adalah stadion Patriot Bekasi, Wibawa Mukti Cikarang, Pakansari Bogor, Gelora  Bandung Lautan Api dan Jalak Harupat Bandung.