Stefer Rahardian Jadi Juara ONE Championship Jakarta

Pada hari Sabtu (12/5) malam kemarin di JCC, Jakarta, Stefer Rahardian berhasil keluar jadi juara dalam ajang olahraga beladiri yang kini tengah naik daun, ONE Championship. Stefer jadi pemenang di seri Jakarta yang bertajuk ONE Championship: Grit & Glory usai mengalahkan petarung asal India, Himanau Kaushik. Tak butuh waktu lama, Stefer langsung menang submission di ronde pertama dan sukses memperpanjang rekor tak terkalahkan di ONE Championship sebanyak sembilan kali berturut-turut.

 

Jalannya pertarungan sendiri sangat seru di mana Kaushik terus menekan lewat tendangan tapi pertahanan Stefer sangat kokoh hingga sukses mengunci lawan dengan jujitsu. Kepada detiksport, Stefer mengakui kalau kemenangannya untuk Indonesia. Selain Stefer, sosok lain yang bersinar adalah Yoshitaka Naito. Petarung Jepang itu sukses mengalahkan petarung Brasil, Alex Silva, dalam laga utama sebanyak lima ronde. Kemenangan Naito ini terasa sebagai misi balas dendam karena pada akhir 2017 lalu, dirinya dikalahkan Silva.

 

Lantaran kalah, Silva harus rela memberikan gelar juara dunia kelas jerami atau Strawweight kepada Naito. Dan untuk Indonesia sendiri, tak hanya Stefer yang bersinar. Karena ada tiga petarung yang juga menang yakni petarung perempuan bernama Priscilla Hertati Lumban Gaol yang menang submission atas Rome Trinidad dari Filipina. Elipitua Siregar juga sukses mengalahkan Dodi Mardian dalam kelas Flywight.

 

Kemenangan Elipitua memang tampak istimewa karena juara gulat nasional itu justru baru saja debut profesional dalam event ONE Championship. Sementara itu kemenangan terakhir untuk Indonesia diberikan oleh Riski Umar yang mengalahkan Doan Birawa lewat Kuncia (Rear Naked Choke). Namun tak semua petarung Indonesia bisa tersenyum lebar karena Victorio Senduk harus mengakui kekuatan petarung Kamboja, Sor Sey.

 

Seperti Itu Sabuk Juara ONE Championship?

Merupakan salah satu jenis kejuaraan beladiri, ONE Championship juga memberikan sabuk bagi setiap juaranya. Sekedar informasi, sabuk juara memang adalah benda penting bagi para petarung, seperti trofi untuk sepakbola atau medali emas untuk badminton. Dalam ONE Championship, sabuk juara dibuat dari tali kulit alami yang tebal dilekatkan dengan sepuluh kancing baja. Bagian mewahnya ada pada lapisan emas yang memang dipasang dengan tangan dan permata perak. Tak heran kalau sabuk juara ONE Championship punya bobot mencapai tujuh kilogram.

 

Bagian utama sabuk adalah lambang singa bermahkota yang membingkai logo ONE Championship sebagai perlambang kekuasaan dan kehormatan. Bagian mata singa dihiasi oleh dua batu rubi mewah darah. Di kedua sisi sabuk ada sekitar 52 butir kristal. Tampak sangat istimewa, sabuk yang akan dimiliki sang juara itu membuktikan kalau si pemilik adalah yang terbaik di ONE Championship. Jika anda masih bingung, ONE Championship memang jadi tempat berkumpulnya para petarung dari semua jenis beladiri entah muaythai, kickboxing, karate, taekwondo, kungfu, wushu, sanda, silat, lethwei dan lain-lainnya.

 

ONE Championship, Beladiri Kekinian

Demi menarik minat generasi kekinian dan meraih penggemar baru, diluncurkanlah yang namanya aplikasi ONE Championship. Melalui aplikasi agen poker online tersebut, siapapun bisa melihat pertandingan secara live streaming dan mendapat informasi tambahan secara gratis.

 

Tak hanya itu saja, aplikasi ONE Championship juga memenuhi berbagai kebutuhan karena adanya fitur e-commerce seperti dompet digital dan pembelian pulsa. Dengan konten olahraga premium dan berbagai kemudahan untuk kebutuhan harian, aplikasi ini jelas akan mengenalkan lebih jauh mengenai ONE Championship.

Sejumlah Pengkab Tolak Adanya Pembekuan Pengprov PBSI Sumut

Sejumlah pengurus kabupaten atau kota PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) di Sumut (Sumatera Utara) menolak adanya pembekuan Pengprov PBSI Sumut yang mana diprakarsai leh Ketua Umum PB PBSI, Wiranto. Hal itu bukan tanpa alasan. Mereka menganggap bahwa Pengprov Sumut menyelenggarakan Muskotlub PBSI Medan yang mana dianggap sebagai sesuatu yang bertentangan dengan AD/ART.

Hal yang dapat disimpulkan oleh tim investigasi PP PBSI adalah Muskotlub Medan tidak lah sah dikarenakan tidak memenuhi beberapa persyaratan, prosedur dan alasan. Namun Pengprov Sumut tetap saja nekat mendukung adanya Muskotlub Medan dan juga bahkan mereka melantik kepengurusan yang baru. Di antara mereka yang menolak adalah pengkot dan pengkab dari Deli Serang, Pematangsiantar, Simalungun, Pakpak Barat, Tapanuli Utara, Labuhan Batu, Sibolga, Padangsidempuan, dan Padanglawas Selatan.

Tidak hanya itu, masih ada juga yang menolak seperti pengkab atau pengkot dari Batu Bara, Langkat, Tebingtinggi, Tapanuli Selatan, Madina, Gunung Sitoli, Medan, Labura dan Serdang Begadai. Ketua PBSI Deli Serang, Datuk Selamat Fery merilis sebuah pernyataan, “Kami berharap SK tersebut bisa dicabut karena hal ini bisa membuat pembinaan bulu tangkis di Sumatra Utara berhentu. Untuk saat ini kami semua merasa saling curiga.”

Berbagai Upaya Sudah dilakukan

Pasalany sudah ada beberapa upaya yang dilakukan yakni salah satunya adalah mendatangi kantor PBSI yang ada di Cipayung, Jakarta. Kemudian juga, mereka sudah berusaha menemui Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman guna membatalkan SK pembekuan tersebut. Fery juga berharap semua orang yang ada baik di pengurusan daerah dan pusat untuk bersabar dengan kepengurusan PBSI Sumatera Utara di bawah kendali dari Johannes IW. Hal itu karena kepengurusan Johannes bakal berakhir tahun 2018 yang artinya tahun depan.

“Kepengurusan ini cuma sampai tahun 2018, jadi ya tinggal sebentar lagi. Bairkanlah saja dulu kepengurusan Pak Johannes ini mengabdikan diri sampai selesai,” tukasnya.

Pembekuan Bisa Picu Dualisme

Pembekuan dari Pengprov PBSI Sumut oleh Wiranto pasalnya memicu dualism. Setelah pengprov PBSI yang mana diketuai oleh Johannes IW dibekukan, pasalnya pengkot dan pengkab PBSI di Sumatera Utara mengalami perpecahan. Masih saja, yang menolak pembekuan dewa poker ini berharap akan adanya keputusan untuk mencabut pembekuan karena mereka menganggap ini bisa memicu dualisme.

Hal ini dikarenakan setelah pembekuan tersebut, PP PBSI membentuk pejabat sementara atau yang disebut caretaker. Terkait dengan ini, pasti ada sebab musababnya mengapa ada pembekuan ini. hal ini karena penyelenggaraan Muskotlub PBSI Medan yang dinilai tidak sesuai dengan AD ART.

Atlet Masih Bisa Bertanding

Kelanjutan dari Pembekuan Pengprob PBSI ini belum juga menemui titik terang meskipun dua belah pihak sudah bertemu sebelumnya di Cipayung, Jakarta Timur.namun ada satu hal yang perlu digarisbawahi dari ini semua, kalaupun sudah dibekukan, PP PBSI masih menjamin bahwa semua atlet Sumatera Utara masih bisa ikut bertanding kejuaraan nasional selama mereka terdaftar di dalam sistem informasi PBSI.  Achmad Budiarto menegaskan, “Keputusan akan tetap dibekukan ataupun dikembalikan seperti sedia kala harus menungu rapat pimpinan PP PBSI.” Johannes yang mana mengaku janggal atas diberhentikannya dirinya mengaku bahwa pemebekuan itu harus dicabut secepatnya. :”Tahu-tahu saya diberhentikan,” katanya. Hal itu ia nilai tidak seusai dengan keputusan PP PBSI nomor SKEP/043/VIII/2017 yang menyebutkan dirinya dan jajarannya akan menyelesaikan masa kerja mereka pada tahun 2018.