Bocoran film sekuel Fantastic Beasts and Where to Find Them

Karya J.K Rowling tentang dunia sihir memang tak ada matinya  dan selalu membuat fans penasaran untuk menantikan lanjutan kisah dari film sebelumnya. Hal yang sama juga terjadi pada film Harry  Potter, mulai dari film pertamanya hingga film ke-7. Banyak spekulasi yang beredar tentang lanjutan film Fantastic Beasts, sebelum  menonton lanjutan filmnya di tahun depan, inilah prediksinya untuk Anda.

 

Spekulasi tentang lanjutan film Fantastic Beasts

Walaupun mungkin  tak sama persis, beberapa hal berikut ini bisa saja terjadi pada film sekuel Fantastic Beasts.

 

Credence kembali

Dalam acara Press Screening di New York, David Heyman, sang produser mengatakan, bahwa mereka telah memotong sebuah adegan yaitu saat Credence berjalan menuju sebuah kapal. Selain itu bila Anda teliti Anda akan dapat menyaksikan sisa-sisa Credence melayang pergi dari puing-puing stasiun kereta bawah tanah. Adegan ini menimbulkan spekulasi apakah ia menaiki kapal yang sama dengan Newt atau mungkin juga tidak, atau ia mungkin saja meninggalkan New York.

 

Tokoh utama

Ada dugaan bahwa pada sekuel filmnya nanti tokoh utamanya tak lagi terlalu berkutat pada Newt Scamender. Pemeran lainnya juga mendapat porsi yang sama dengannnya yaitu  Tina, Jacob, dan Queenie. Selain itu ada pula Dan Credence, Albus Dumbledore, serta Gellert Grindelwald.

 

Ariana seorang Obscurial

Ada kemungkinan bahwa Ariana, adik perempuan Albus Dumbledore adalah seorang Obscurial sama seperti Credence. Pada novel Harry Potter and the Deathly Hallows, masa lalu Dumbledore diungkap, termasuk tentang adik kesayangannya Ariana yang diserang oleh anak-anak Muggle sehingga mengalami trauma sejak berusia 6 tahun. Kondisi ini sama dengan Credence yang  mengalami penyiksaan oleh ibu angkatnya sehingga menderita gangguan jiwa. Saat sedang “kambuh” sihir Ariana bisa meledak-ledak dengan dasyat tanpa dapat dikendalikan. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya kemungkinan Grindelwald juga mengincar Ariana.

 

Pertarungan antara dua penyihir hebat

Berdasarkan novel Harry Potter, dua penyihir hebat yang bersahabat di masa remaja ini berduel sebanyak 2 kali. Yang pertama adalah saat mereka masih remaja yang berakibat pada tewasnya Ariana secara tak sengaja. Dumbledore pun frustrasi dan tak bisa berhenti menyalahkan dirinya sehingga ia menjauh dari Grindelwald. Dumbledore kemudian memilih jalan putih dengan menjadi penjaga dunia sihir dan melatih penyihir-penyihir muda di sekolah Hogwarts, sementara Grindelwald memilih jalan sebaliknya untuk memuaskan ambisinya. Pada sekuel film Fantastic Beasts nanti kabarnya mereka akan berduel kembali dan pastinya sangat seru menyaksikan pertempuran dua penyihir legendaries yang sama-sama kuat dan luar biasa.

 

Leta Lestrange

Film ini juga menampilkan adegan-adegan romantis kisah cinta Newt Scamander dengan kekasihnya, Leta Lestrange yang fotonya selalu dibawa kemana-mana. Tetapi kisah cinta mereka diceritakan menggantung dan kemungkinan keduanya memang telah mengakhiri kisah tersebut. Ini sebagaimana Queenie yang dapat membaca jalan pikira Newt. Leta Lestrange tak disangkal adalah sosok yang cukup misterius. Ia bertemu Newt dalam kondisi bingung dan terluka, sementara Newt langsung jatuh hati habis-habisan kepadanya. Bila mau Leta bisa saja membuat Newt bertekuk lutut. Tetapi ia memang digambarkan merupakan karakter dewa poker yang tragis dan pahit.

 

Dari nama belakangnya, fans Harry  Potter sejati pasti langsung tahu bahwa Leta mempunyai kaitan dengan Bellatrix Lestrange, salah satu panglima terkuat Lord Voldemort. Nama Bellatrix saat masih gadis adalah Black, sama seperti Sirius Black ayah baptis Harry, karena sejatinya mereka memang saudara sepupu. Tetapi setelah menikah dengan Rodolphus Lestrange, ia pun mengubah nama belakangnya. Rodolphus sendiri, bersama saudaranya Rabastan adalah penyihir gelap yang sangat setia kepada Voldemort. Nah, akankah Leta Lestrange yang pada film perdananya hanya terlihat di foto akan muncul dalam sosok sesungguhnya?

 

Selamat menyaksikan!

Sekilas Film Wiro Sableng Serta Fakta Tentang Tokoh Tersebut

Mereka yang melewatkan masa kanak-kanaknya di tahun 90-an pasti mengenal Wiro Sableng, sang Pendekar Maut pemilik angka keramat 212  yang setiap minggu setia mengunjungi penggemarnya dalam serial kolosal yang seru sekaligus jenaka. Setelah beberapa decade faktanya kisah klasik kolosoal tersebut malah menarik minat rumah produksi Amerika Fox International Production yang merupakan anak perusahaan 20th Century Fox untuk mengangkat kisahnya ke layar lebar. Film ini digarap dengan genre action comedy dan berjudul 212 Warrior. Tentu ini merupakan hal yang membanggakan mengingat proyek film ini perdana bagi FIP untuk kawasan Asia. Tentu saja muncul berbagai pertanyaan mengapa justru Wiro Sableng yang diangkat ke layar lebar dan bukan tokoh-tokoh superhero Indonesia lainnya seperti Si Buta dari Gua Hantu, Brama Kumbara, atau yang lainnya. Tetapi faktanya FIP memilih kisah superhero kapak naga geni 212 ini karena mempunyai beberapa alasan kuat.

 

Proses syuting Wiro Sableng

Film 212 Warrior ini sekarang masih dalam tahap produksi dengan prediksi durasi syuting sekitar 3.5 bulan. Pengambilan gambarnya sendiri dilakukan di Jakarta serta beberapa tempat lainnya di Jawa Barat.  Yang menjadi pemeran Wiro Sableng atau Vino G. Bastian yang juga putra dari penulis kisah ini yaitu Bastian Tito. Beberapa nama lainnya yang juga terlibat dalam film tersebut adalah Marcella Zalianty sebagai permaisuri, Rifnu Wikana sebagai Kalasrengi, Yusuf Mahardhika sebagai pangeran, Aghniny Haque sebagai Rara Kurni, Ruth Marini sebagai Sinto Gendheng, Yayan Ruhiyan sebagai Mahesa Birawa, Yayu Unru sebagai Kakek Segala Tahu, Dian Sidik sebagai Kalingundil, Cecep Arief Rahman sebagai Bajak Laut Bagaspati, Andi /rif sebagai Dewa Tuak, Marcell Siahaan sebagai Ranaweleng, Lukman Sardi sebagai Werku Alit, Dwi Sasono sebagai Raja Kamandaka, serta Happy Salma sebagai Suci. Sebelum memulai proses syuting para pemain dan kru juga menyempatkan diri untuk berziarah ke makam Bastian Tito sang penulis cerita tersebut.

 

Karakter Wiro Sableng yang unik

Wiro Sableng sesungguhnya mempunyai nama asli Wiro Sasono tetapi karakternya yang senang bercanda, konyol, dan agak ceroboh bahkan saat bertarung dengan musuhnya membuat orang-orang menambahkan kata sableng di belakang namanya. Ciri khas inilah yang membuat setiap cerita dalam buku karangan Bastian Tito tersebut tak pernah membosankan. Selain kekonyolannya tersebut yang tak dapat dipisahkan dari tokoh tersebut adalah senjatanya yang disebut Kapak Naga Geni 212. Selain itu berdasarkan bukunya togel hk ia juga mempunyai ilmu pukulan matahari yang sangat ditakuti lawannya.

 

Tokoh pendekar sakti ini muncul pertama kali di tahun 1967 dalam bentuk novel dan setiap kali penerbitannya akan meraih penjualan sekitar 800 ribu eksemplar. Bahkan untuk seri yang berjudul Makam Tanpa Nisan terjual hingga mencapai 921.020 eksemplar.  Selama karier menulisnya, Bastian Tito telah menulis hingga 185 judul seri pendekar Wiro Sableng. Selain dalam bentuk novel tokoh ini juga pernah diangkat dalam serial kolosal yang juga mempunyai banyak penggemar. Sinetron ini bahkan diproduksi dalam dua bagian. Inilah sebabnya pihak produser optimis bahwa film Wiro Sableng 212 bisa mendulang sukses besar.

 

Menurut Tomas Jegeus dan Michael Werner sebagai produser eksekutif FIP, Wiro Sableng memang memiliki daya tarik tersendiri karena merupakan superhero lokal asli Indonesia. Selain itu unsur budaya yang terekam dalam kisah ini juga cukup kental sehingga dalam filmnya segi cultural mendapatkan porsi yang cukup besar. Perlu Anda ketahui bahwa film layar lebar Wiro Sableng tersebut merupakan rangkuman dari 185 judul novel Wiro Sableng. Penulis asli kisah ini bahkan harus melakukan survey ke berbagai lokasi di tanah air sebagai latar cerita termasuk mempelajari adat, budaya, hingga legenda yang berkembang di kalangan masyarakat setempat.

 

Selamat menantikan penayangan film Warrior 212 di layar lebar.

 

MARLINA SI PEMBUNUH DALAM EMPAT BABAK, Saat Marsha Timothy Bawa Kepala Orang

Selama ini tak dipungkiri jika sosok Marsha Timothy selalu lekat dengan imej perempuan cantik nan feminim. Lebih cocok berperan dalam film cinta nan mendayu karena paras rupawannya, aktris jelita yang juga istri aktor Vino G Bastian itu justru menerima peran Marlina. Tak main-main karena Marlina ini digambarkan sebagai seorang perempuan yang membunuh secara keji seorang bos perampok.

 

Berperan dalam MARLINA SI PEMBUNUH DALAM EMPAT BABAK (MARLINA THE MURDERER IN FOUR ACTS), Marsha didapuk sebagai seorang janda yang rumahnya didatangi kelompok perampok. Begitu berani, Marlina melakukan pembalasan dendam terhadap orang-orang yang juga memperkosanya itu. Perempuan Sumba ini memilih membunuh orang-orang jahat itu dengan cara diracuni lalu mengambil golok dan memenggal kepala Markus (Egi Fedly) sang ketua perampok. Kepala itu akan dia bawa dalam perjalanannya mencari keadilan.

 

Dalam trailer yang sudah dirilis bulan Mei 2017 silam, calon penonton bisa melihat kekejian Marlina dan keteguhan hatinya bahwa apa yang dia lakukan bukanlah sebuah dosa. Selain itu suasana padang sabana yang menjadi ciri khas Sumba juga diperlihatkan jelas.

 

Tayang di Luar Negeri & Festival Internasional

 

Menghabiskan dana mencapai 9,5 miliar rupiah, MARLINA SI PEMBUNUH DALAM EMPAT BABAK akan menjadi film bergenre koboi atau Western pertama yang dibuat di Indonesia. Tak heran kalau film ini dianggap sebagai pioneer film bergenre Satay Western, seperti dilansir Detikhot. Belum juga tayang di Indonesia, MARLINA SI PEMBUNUH DALAM EMPAT BABAK ini sudah mencetak prestasi secara internasional. Tayang perdana lewat program Contemporary World Cinema, MARLINA SI PEMBUNUH DALAM EMPAT BABAK hadir di Toronto International Film Festival (TIFF) 2017.

 

Karena tampil di ajang film global, karya ketiga sutradara Mouly Surya ini siap tayang di 18 negara termasuk Amerika Serikat dan Kanada. Sang produser film, Fauzan Zidni menyebut kalau ada beberapa negara lain yang sedang dalam tahap negosiasi distribusi. Dengan debut menjanjikan, film yang juga merupakan proyek dewa judi poker kolaborasi Mouly dengan Garin Nugroho dan Rama Adi dalam perihal skenario ini digadang-gadang bakal memberikan warna baru di ranah perfilman Indonesia.

 

Tak hanya tayang di TIFF, MARLINA SI PEMBUNUH DALAM EMPAT BABAK juga berhasil menembus ajang bergengsi, Festival Film Cannes 2017. MARLINA SI PEMBUNUH DALAM EMPAT BABAK ini berhasil meneruskan jejak Tjoet Nja’ Dhien (1988), DAUN DI ATAS BANTAL (1998) dan SERAMBI (2006) yang sudah terlebih dulu memeriahkan Cannes.

 

Mouly Surya dan Feminisme

 

Bicara mengenai sosok sutradara, memang tak ada yang bisa memungkiri betapa Mouly sangat rajin memasang perempuan sebagai tokoh utama. Bukan sekedar aktris cantik dengan akting mendayu penuh pergulatan cinta, karakter utama yang dipasang selalu memiliki pergulatan batin berat. Sebut saja seperti film FIKSI dan WHAT THEY DONT TALK ABOUT WHEN THEY TALK ABOUT LOVE, MARLINA SI PEMBUNUH DALAM EMPAT BABAK juga menampilkan perempuan berani meski lewat tindakan keji.

 

Meraih banyak pujian, karya sutradara berusia 37 tahun ini dianggap punya sisi cerita yang kuat. Lewat MARLINA SI PEMBUNUH DALAM EMPAT BABAK, Mouly dipandang berhasil membawa pernyataan yang berani tentang perempuan dan feminisme.Untuk keperluan akting, Marsha bahkan sampai harus berlatih mengendarai sepeda motor dan naik kuda. Tak sabar menanti? MARLINA SI PEMBUNUH DALAM EMPAT BABAK akan tayang di bioskop Tanah Air pada 16 November 2018 mendatang.

Ernest Prakasa dan Adinia Wirasti dalam Film Susah Sinyal

Ernest Prakasa yang sudah pernah menjajal kemampuan acting dan produksi film kini kembali lagi dengan film barunya, Susah Sinyal. Film garapannya itu sudah memulai proses produksi dan syuting pada tanggal 7 September ini di Sumba Timur dan Jakarta. Sebelumnya, ia sudah memproduksi film Ngenest dan Cek Toko Sebelah  yang sukses juga di pasaran film Indonesia. Untuk film terbarunya ini, Ernest juga akan menulis sendiri scenarionya. Yang berbeda adalah keterlibatan istrinya. Ia kali ini akan berduet dengan istri tercintanya, Meira Anastasia.

Jalan Cerita Susah Sinyal

Ia mengatakan bahwa dalam penulisan scenario kali ini, ia perlu istrinya karena lead karakter di film ini adalah sosok perempuan dalam film ini yang sangat penting. Maka dari itu, ia perlu prespektif perempuan dalam menuangkannya di skenario. Dua tokoh utama dalam film kali ini adalah Adinia Wirasti yang berperan sebagai Ellen dan juga putrinya yang mulai beranjak dewasa, Kiara yang diperankan oleh Aurora Ribero.

Dalam film ini, biasanya Ellen dan Kiara sibuk dengan dunianya sendiri-sendiri. namun dua orang yang sibu dengan masing-masing dunianya ini disatukan kembali karena nenek Kiara, Agatha (diperankan oleh Niniek L Karim), ibu dari Ellen, meninggal dunia. Agatha yang biasanya mengasuh Kiara meninggal karena serangan jantung.

Berangkat dari Keresahan Pribadinya

Ernest mengaku bahwa dirinya memproduksi film ini karena merasa resah atas situasi yang kini ia jalani, kadang sibuk sekali dan lupa untuk meluangkan waktu untuk anak-anaknya. “Meira dan saya menulis scenario ini dengan  perjuangan yang amat sangat berat. Beban pertama, karena adanya beban untuk menyamai film sebelumnya, Cek Toko Sebelah, dan alasan yang kedua adalah karena kali ini saya bercerita tentang hal yang berada di luar dunia saya. Sama sekali saya tidak tahu, yakni pengacara dan juga single parenthood,” ungkapnya.

Ditantang Jadi Single Parent

Adinia Wirasti yang diajak terlibat dalam film Susah Sinyal ini pasalnya mendapatkan beberapa tantangan. Yang pertama tantangan mendalami karakter dewa poker sebagai single parent dan yang kedua menjadi seorang pengacara ternama. Oleh karena itu, ia harus membaca buku-buku tentang hukum dan juga bertanya pada beberapa orang yang kompeten dalam bidang tersebut, seperti di bidang litigasi atau non litigasi. Ia juga menonton film lainnya untuk referensi yang menyorot kasus single parent.

“Saya jarang nonton film buat referensi. Tapi film Susah Sinyal ini menuntut saya untuk menonton referensi lainnya. Dan saya mengingat-ingat saya waktu 17 tahun gimana ya? Karena saya berperan sebagai single mother 35 tahun yang punya anak 17 tahun,” ungkapnya.

Berikut ini beberapa artis yang membintangi film Susah Sinyal: Adinia Wirasti (Ellen), Ernest Prakasa (Iwan), Aurora Ribero (Kiara), Refal Hady (Abe), Valerie Thomas (Astrid), Niniek L Karim (Agatha), Chew Kinwah (Koh Chandra), Asri Welas (Tante Maya), Abdur Arsyad (Yos), Arie Kriting (Melki), Gissela Anastasia (Casandra), Gading Marten (Marco), Dodit Mulyanto (Ngatno), Darius Sinathriya (Aji), Ge Pamungkas (Rio), Andien Aisyah (Andien), Cut Beby Tshabrina (Jessie), Eddy Maliq Meijer (Darren), Arry Wibowo (Damar), Selfi Nafilah (Siti), Arief Didu (Hakim Ketua), Slamet Rahardjo (Pak Aryo) dan masih banyak lagi.

Pastinya kalian penasaran dengan film Ernest terbaru ini bukan? Kabarnya, film ini akan segera dirilis pada Bulan Desember nanti. Jadi, tunggu terus updatean selanjutnya tentang film ini.

Kematian Paul Walker Pengaruhi Casting Fate Of The Furious

F.Gary Gray, sutradara The Fate of the Furious secara mendasar mengubah franchise Fast and Furious dengan beberapa cara yang signifikan. Sebagai entri pertama dalam rangkaiannya benar-benar menjauh dari Brian O’Conner setelah kematian tragis Paul Walker. Ya, usai peristiwa tragis tersebut, pemeran film (baik yang sudah tua maupun yang baru) menghadapi tantangan yang berbeda dengan membawa seri ke arah yang baru. Ini pula yang membuat salah satu aktor di film tersebut terpengaruhi.

Casting Scott Eastwood dan Kematian Paul Walker

Seorang aktor yang sepertinya mengerti tentang tanggung jawabnya adalah Scott Eastwood. Persahabatannya yang lama dengan Paul Walker pada akhirnya menginspirasinya untuk masuk ke dalam bagian film tersebut. Eastwood berbicara tentang apa yang terjadi seiring dengan dirilisnya The Fate of the Furious versi Blu-ray. Ia mengatakan:

“Paul adalah salah satu teman baikku. Dia seperti kakak laki-laki bagiku. Itu pasti keputusan yang penuh emosional. Mengapa tidak menjadi bagian dari sesuatu yang menjadi bagiannya?”

Jujur saja, apa yang telah ia katakana membuat kita semua tersedak, dan kita bahkan tidak merasa malu untuk mengakuinya. Ucapan Scott menambahkan arus bawah emosi yang serius tentang kehadirannya di film tersebut. Scott Eastwood yang berusia 24 tahun, anak dari Clint Eastwood, adalah teman dekat Walker. Tampaknya mereka berteman dekat selama dua puluh tahun menjelang kematian Walker pada tahun 2013, dan kesempatan untuk masuk ke waralaba Walker pastinya terasa sangat berat walau tanpa hambatan.

Pada komentarnya itu, mudah untuk melihat bagaimana peran Little Nobody merasa dibuat khusus untuk seseorang yang dekat dengan Paul Walker. Dari statusnya sebagai agen pemerintah dewa poker yang tidak berpengalaman ke Subaru yang dikendarainya dalam rangkaian film di New York City, hampir semua hal tentang Little Nobody terasa seperti penghormatan langsung kepada Walker atau Brian O’Conner. Ini adalah jenis penghormatan dari para penggemar yang selalu dilakukan franchise ini dengan baik, jadi jelas bahwa Eastwood benar-benar menikmati kehormatan temannya.

Scott Eastwood di Film Sebelumnya

Setia dengan tesis inti dari serial Fast and Furious, sepertinya semua pemain dan kru memperlakukannya seperti anggota reguler tim begitu dia melangkah ke lokasi syuting. Eastwood kemudian melanjutkan komentarnya:

“Mereka menerima saya (di) hari 1. Saya tidak dapat berterima kasih kepada semua orang karena telah membawa saya dan memperlakukan saya seperti keluarga.”

Kita tentu sangat menyukai bagian Scott Eastwood dalam franchise Fast and Furious, dan ini mulai terlihat seperti dia yang sebenarnya setelah pada akhirnya menemukan waralaba yang bisa membesarkan namanya. Bahkan dengan warisan ayahnya untuk menopang namanya, Eastwood tidak pernah benar-benar menemukan serial blockbuster utama selama tahun-tahun awal karirnya.

Hal ini menyebabkan dia melayang di antara film-film horor seperti Chensaw 3D yang tidak bersemangat dan peran yang tak terlupakan, seperti memainkan Navy SEAL di Suicide Squad karya David Ayer. Dalam hal itu, Little Nobody akhirnya menempatkan Eastwood di permukaan, dan kita tidak sabar untuk melihat bagaimana dia terus menghormati warisan Paul Walker jika dia kembali untuk beberapa film di masa depan.

Sekedar informasi, The Fate of the Furious karya F. Gary Gray saat ini tersedia di DVD, Blu-ray, dan Digital; kami akan memberi Anda lebih banyak informasi terkait masa depan franchise ini (ditambah potensi keterlibatan Scott Eastwood) karena tersedia lebih banyak rincian untuk dijelaskan. Untuk saat ini, pastikan untuk tidak melewatkan menyaksikan kehebatan film The Fate of the Furious.

Gal Gadot Membentuk Tim Andal

Wonder Woman merupakan sebuah film yang menceritakan tentang pejuang perdamaian dan persamaan terkuat di muka Bumi dan menjadi superhero pertama yang dari anggota Justice League. Banyak komik yang menjadikan Wonder Woman sebagai sosok seperhro wanita. Film ini di bintangi oleh Gal Gadot yang di sutradarai oleh Patty Jenkins.

Sebenarnya awal mula dari film woder women berasal dari patung tanah liat yang diberi nyawa oleh dewa yunani. Namun, karena adanya beberapa pengaruh dan kondisi kemudian di menjadi anak dari dewa Zeus dan ratu Hippolyta.

Film bergendre Action, Adventure, Fantasy ini akan di bintangi oleh aktor dan aktris ternama seperti Gal Gadot sebagai Putri Diana atau Wonder Woman, Chris Pine  sebagai Steve Trevor, Lisa Loven Kongsli  sebagai Melanippe, Samantha Jo  sebagai Euboea, Robin Wright  sebagai General Antiope, Connie Nielsen  sebagai Queen Hippolyta, Lucy Davis sebagai Etta Candy, Florence Kasumba  sebagai Senator Acantha, Mayling Jing  sebagai Orana, Tilly Powell sebagai Queens Guard, David, Thewlis, Elena Anaya, Said Tahmaoi, Danny Huston, Ewen Bremner.

Gal Gatot menjadi wanita keserbasian

Keserbasian yang di maksudkan yakni telah banyak karir yang di laluinya dalam berbagai bidang. Pantas saja apabila wanita ini memerankan peran sebagai wonder women. Beberapa prestasi yang pernah di raih yakni pada tahun 2004 sebagai pemenang Miss Israel sekaligus peserta Miss Universe 2004 yang mewakili Israel.

Perjalanan karirnya ternyata sudah melejit semenjak dia tahun 2008 sebagai model Castro (acara fashion show, sekaligus sebagai host). Selain itu juga pernah menjadi bintang iklan internasional untuk Captain Morgan rum, rentang perawatan kulit Vine Vera yang di iklankan Jaguar Cars

Menemukan sosok penguat hidup dalam perjuangan

Awalnya film ini di adaptasi dari DC Comics yang tidak puas memberikan rasa penasaran penonton, terlebih untuk pecinta film Bandar togel sgp. Mulanya karakter Wonder Woman sejak tahun 1941 di DC Comics yang dibuat oleh William Moulton Marston. Tidak salah memang apabila bintang utamanya Gal Gadot dengan mengahayati peran karakteristiknya yang khas.

Steve Trevor diperankan (Chris Pine) yang bekerja di Armada Angkatan Darat di Amerika Serikat, tepatnya ketika ada perang Dunia Kedua. Ketika Steve Trevor melakukan perjalanan, tiba-tiba pesawat yang ditumpanginya mengalami sebuah kecelakaan di daerah Pulau Paradise. Wilayah tersebut merupakan salah satu wilayah yang  sangat terisolasi dengan kedalaman Hutan Amazon.

Beberapa hari kemudian Steve Trevor berhasil di temukan oleh masyarakat sekitar dalam keadaan tidak sadarkan diri. Berbagai upaya di lakukan dengan rasa peduli oleh masyarakat untuk mengobati  insiden korban kecelakaan pesawat tersebut yang hampir merenggut nyawanya.

Suatu ketika tidak sengaja dia bertemu dengan seorang Putri Cantik jelita dari daerah Amazon yang bernama Putri Diana. Diam-diam dua sejoli itu sama-sama menaruh hati satu sama lain. Setelah beberapa hari, pengobatan pun selesai dan Steve Trevor sembuh dari lukannya. Maka dengan berat hati dia harus kembali ke tempat tinggalnya. Namun, karena sedah menjalin perasaan dengan Putri Diana,akhirnya di bawalah putri diana ke rumahnya.

Seiring dengan berjalannya waktu akhirnya putri Diana dapat beradaptasi dunianya yang baru dan bersatu Trevor untuk membentuk sebuah tim yang tangguh. Karena kesetiaan Putri Diana kepada Trevor, membuat dia seperti seorang Superhero yang kemudian di beri nama Wonder Woman, akankah Putri Diana setia selamanya? Saksikan selengkapnya pada 23 Juni 2017