Rano Karno Kritik Anies Baswedan Terkait TIM

Anggota Komisi X DPR RI Rano Karno, mengkritik Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan soal rencananya merevitalisasi Taman Ismail Marsuki (TIM), Jakarta Pusat. Ia mempertanyakan konsep revitalisasi yang tak melibatkan para seniman yang ada di Jakarta.

Rano Karno Tanyakan ke Anies Seniman dipindah Kemana

Pemeran sosok Si Doel yang terkenal tahun 90an itu mengaku bahwa ia mendapatkan keluhan-keluhan dari Forum Seniman Peduli TIM. Rano menuturkan bahwa ada ketakutan di kalangan para seniman terkait dengan proyek Anies itu.

“Dalam keputusan gubernur itu, Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki adalah berupa lahan. TIM hanya sebuah lahan? Seniman tidak ada di situ? Kita ada di mana ini? Ada ketakutan, kalau jadi hotel, mau pameran bayar berapa?” ungkap Rano dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi X yang bertempat di Kompleks Parlemen, Jakarta, hari Kamis (27/2) ini.

Rano sendiri mengingatkan Anies bahwasanya sejak tahun 1968, TIM sudah dikelola oleh para seniman yang mana tergabung dalam Dewan Kesenian Jakarta. Dan seharusnya Pemprov DKI Jakarta menggandeng seniman-seniman dalam perencanaan pembangunan tersebut. “Pak Gubernur, saya mewakili diri sendiri sebagai seniman, berterima kasih karena hampir 57 tahun Anda buat buat baik, tapi kita alpa sejarah,” sindirnya kepada Anies.

Dalam rapat tersebut, Anies dan PT Jakarta Propertindo akhirnya meluruskan isu pembangunan hotel yang sempat terdengar santer. Mereka biilang bahwa tidak akan membangun hotel di sana namun wisma kesenian untuk pameran. Setelah mendapatkan penjelasan lengkap itu, Rano tidak mempermasalahkannya. Akan tetapi, menurutnya, Anies dan juga kolega kurang baik dalam menjalin komunikasinya dengan seniman sehingga muncul lah polemic.

“Saya anggap komunikasi kurang berjalan,” ucapnya lagi.

Revitalisasi TIM pasalnya telah dimulai sejak tanggal 3 Juli 2019. Anise memulainya dengan peletakan batu pertamanya. Proyek ini pasalnya ditargetkan selesai pada tahun 2021. Akan tetapi, dalam perjalanannya proyek totobet ini malah ditolak kalangan seniman. Penolakan dari kalangan seniman tersebut terjadi karena desain yang mana dipaparkan oleh PT Jakarta Propertindo menyebutkan bakal ada hotel bintang lima yang bakal dibangun di sana. Seniman sendiri menolak pusat kesenian tersebut dijadikan kawasan komersil.

Anies dapat Julukan ‘Mas Menteri’

Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda sebagai ‘Mas Menteri’ dalam Rapat Dengar Pendapat itu. Kejadian tersebut berlangsung ketika Syaiful memberikan usualan supaya Anies memperbaiki komunikasi dengan para seniman terkait dengan revitalisasi TIM. Kemudian Syarif salah menyapa dengan sapaan tersebut. “Ketiga Mas Menteri, Mas Anies. Eh mas menteri, Mas Gubernur ua, saya kira mas Mendikbud,” ungkap Sayiful disambut dengan gelak tawa dari seisi ruang sidang.

Politisi PKB tersebut mengaku bahwa ia salah menyapa Anies dengan sapaan yang mana biasanya digunakan untuk Mendikbud yang sekarang, Nadiem Makarim karena Komisi X baru saja mengadakan rapat dengan Nadiem pada Kamis (27/2).

Kemudian respons Anies dalam menanggapi salah panggil tersebut dengan santai. Ia Cuma tersenyum dan memaklumi saja kesalahan itu. Ia menganggap itu karena ia pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang mana sekarang diemban oleh Nadiem Makarim.

Anise pernah menjabat sebagai Mendikbud di periode pertama pemerintahan Presiden Jokowi. Akan tetapi pada tanggal 27 Juli 2016, Anies didepak dari cabinet setelah Jokowi melakukan reshuffle cabinet dan menggantinya dengan Muhadjir Effendy. Jadi ia tidak merasa tersindir dan menanggapinya secara lumrah.

Leave a Comment